Prolog/Prologue

al-Ghazali. Nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali. Lahir di kota Thusi sekitar pertengahan abad ke-5 Hijriah (450 H/1058 M.), dan meninggal dunia pada tahun 505 H/1111 M. Beliau dikenal sebagai ulama yang memiliki wawasan ilmu yang luas. Puluhan kitab dengan beragam tema telah disusunnya, dan Ihya Ulumiddin merupakan karya Magnum Opusnya Sang Imam Al-Ghazali, yang menjadi rujukan umat muslim di nusantara bahkan di seluruh dunia, dari dulu hingga sekarang.

"Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut" ~Imam Nawawi, Ulama dan penulis kitab Riyad Al-Shalihin.

Boleh jadi jalan yang kita lalui sekarang ini sangat jauh dari tujuan. Ibaratnya panggangan jauh dari api. Maksud hati merengkuh kebahagiaan, justru kepedihan dan dosa yang diraih. Hal ini sangat mungkin terjadi, bila usaha dan gerak langkah yang kita lakukan menyimpang dari ajaran Islam.

Ihya Ulumiddin akan memandu pembacanya menemukan jalan yang benar dan sesuai dengan petunjuk dan teladan Rasulullah Muhammad Saw. Karya Magnum Opus Imam al-Ghazali ini menguraikan dengan sangat detail dan menyeluruh seluruh ajaran-ajaran Islam, Mulai dari Keyakinan, Amalan Ibadah, Hingga Akhlak berdasarkan pada dua sumber otentik; Kitab Al-Qur'an dan Hadits(As-Sunnah).

Proses manusia mencari kebahagiaan tidak akan pernah berhenti, bagi siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Oleh karennya, kajian kitab Ihya Ulumiddin ini sebagai panduan pembaca menemukan apa yang dicari. Panduan yang benar akan menuntun pembaca kepada jalan yang benar, sehingga pembacapun sampai kepada tujuan hidup yang diingginkan. Insya Allah.

"Ihya Ulumiddin adalah satu karya besar, yang diakui kebesaran pemikiran yang terkandung di dalamnya" ~Buya Hamka, Ulama dan Penyusun Tafsir Al-Azhar.



al-Ghazali. His full name is Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali. Born in the city of Thusi about the middle of the 5th century BCE (450 H / 1058 AD), and died in 505 H / 1111 M. He is known as a scholar with extensive knowledge of science. He has authored dozens of books with various themes, and Ihya Ulumiddin is the work of Magnum Opus of Imam Al-Ghazali, a reference to Muslims in the nusantara even around the world, from ancient times to the present.
"If all the books of Islam are lost, and only the left is Ihya Ulumiddin, it will be sufficient for all those lost books" ~ Imam Nawawi, the scholar and author of the book Riyad Al-Shalihin.


It could be that the path we are taking right now is far from the goal. It's like a grill away from fire. The purpose of the heart is to seek happiness, instead of sorrow and sin. This is very likely to happen if our efforts and actions do not deviate from the teachings of Islam.

Ihya Ulumiddin will guide his readers in finding the right path and following the guidance and example of the Prophet Muhammad Saw. The Magnum Opus of Imam Al-Ghazali's work describes in great detail the entire teachings of Islam, From Beliefs, Worship Practices, to Morals based on two authentic sources; The Book of the Qur'an and the Hadith (As-Sunnah).

The human process of happiness never ceases, for anyone, anytime, anywhere. Therefore, the study of Ihya Ulumiddin's book is a guide for readers to find what they are looking for. The right guide will lead the reader to the right path, so that the reader can reach the desired goal of life. God willing.

"Ihya Ulumiddin is a great work, acknowledged by the greatness of the thoughts contained in it" ~ Buya Hamka, Scholars and Composers of Al-Azhar Interpretation.

Comments

Popular posts from this blog

Pokok Bahasan Kitab Ihya Ulumiddin/Highlights of the Book of Ihya Ulumuddin

Lebih Dekat Dengan Imam al-Ghazali/Closer to Imam al-Ghazali