Pokok Bahasan Kitab Ihya Ulumiddin/Highlights of the Book of Ihya Ulumuddin

Dr. Badawi pernah menyampaikan, bahwa kitab Ihya Ulumiddin ini pada dasarnya terbagi menjadi tiga bahasan pokok, yaitu : al-Aqliyyah al-Syar'iyyah, al-Aqliyyah al-Falsafiyyah, dan al-Aqliyyah al-Shuffiyyah.

Al-Aqliyyah al-Syar'iyyah

Pokok bahasan dari Al-Aqliyyah al-Syar'iyyah oleh al-Imam al-Ghazali disarikan dari hukum-hukum yang berkaitan dengan persoalan fikih dan ushulnya, yang itu dinukilkan dari sumber islam terbesar, Al-Qur'an al-Karim, hadits-hadits Rasulullah Saw. , perkataan (atsar)  para sahabat Rasulullah Saw. , perkataan para tabi'in, serta disarikan dari pendapat para Imam Madzhab yang diridhai Allah Swt. Ditambahkan pula dari perkataan para ahli fikih, ulama syari'ah, ulama hadits dan ta'wil. Meski demikian, kesemua itu tidak menyimpang dari keempat sandaran hukum pokok utama dalam Islam, yaitu Al-Qur'an al-Karim, hadits-hadits Rasulullah Saw. ,perkataan (atsar) para sahabat Rasulullah Saw. , dan ijma' ulama yang diridhai Allah Swt.

Al-'Aqliyyah al-Falsafiyyah

Pokok bahasan dari al-'Aqliyyah al-Falsafiyyah oleh al-Imam al-Ghazali disandarkan pada kemampuan akal manusia untuk memahami, sebagai sarana yang Allah Swt anugerahkan kepada setiap manusia yang mau menggunakan akal sesuai aturan dan petunjuk-Nya. Sekaligus sebagai pembenar dan saksi atas kebenaran aturan hidup yang disampaikan, yang itu bertujuan untuk memudahkan kita dalam menjalani hidup, serta seluruh aturan yang diperintahkan Allah Swt. didalamnya. Penggunaan akal yang dimaksudkan disini adalah metode berpikir yang dirancang untuk tidak menyimpang dari fitrahnya yang suci, dengan menggunakan logika yang lurus dan cara-cara berpikir yang shahih.

Al-'Aqliyyah al-Shufiyyah

Sedangkan pokok bahasan dari al-'Aqliyyah al-Shufiyyah oleh al-Imam al-Ghazali disandarkan untuk lebih mempersiapkan kepentingan urusan akhirat, melalui cara-cara seperti bersifat zuhud terhadap urusan duniawi, menyucikan diri dari segala urusan yang meragukan, maupun usaha pembersihan kotoran jiwa yang sanggup melingkupinya. Dan, diatas semua permasalahan tersebut tujuan utamanya adalah untuk membersihkan qalbu melalui pendekatan diri secara langsung kepada Allah Swt. menggunakan beberapa metode yang sudah dituntunkan-Nya.

Kitab ihya Ulumiddin ini juga diperkaya dengan bahasan seputar ilmu-ilmu yang dianjurkan untuk kita pelajari. Dilengkapi dengan kekhususan bahasan dalam urusan pendidikan, peningkatan kualitas akhlaq (Moral) dan muhasabah (introspeksi) atau perbaikan diri. Meski didalamnya terdapat atsar dan kisah yang dianggap lemah, karena tidak mencantumkan sumber periwayatan secara detail. Walaupun demikian, sandaran akidah yang beliau gunakan bersumber dari keyakinan Ahlu Sunnah wal Jamaah dan semua yang beliau tuliskan didalam kitab Ihya Ulumiddin ini sebelumnya sudah menjadi amalan wajib bagi beliau sebelum dibagikan kepada pembacanya.


Dr. Badawi once said that the book of Ihya Ulumiddin was basically divided into three main topics, namely: al-Aqliyyah al-Syar'iyyah, al-Aqliyyah al-Falsafiyyah, and al-Aqliyyah al-Shuffiyyah.

 Al-Aqliyyah al-Syar'iyyah

The subject of Al-Aqliyyah al-Syar'iyyah by al-Imam al-Ghazali is extracted from laws relating to fiqh and ushul issues, which are quoted from the largest Islamic source, Al-Qur'an al-Karim, the hadith of the Prophet.  , sayings (atsar) the Companions of the Prophet.  , the words of the tabi'in, as well as abstracted from the opinions of the Imams of the School of Allah blessed by the Most High.  Also added from the words of fiqh experts, Islamic scholars, hadith scholars and ta'wil.  However, all that does not deviate from the four main legal bases in Islam, namely the Al-Qur'an al-Karim, the hadiths of the Prophet.  , sayings (atsar) the Companions of the Prophet.  , and ijma 'ulama blessed by Allah Most High.

 Al-'Aqliyyah al-Falsafiyyah

The subject of al-'Aqliyyah al-Falsafiyyah by al-Imam al-Ghazali rests on the ability of the human mind to understand, as a means by which Allah bestows on every human being who wants to use reason according to His rules and instructions.  As well as justifying and witnessing the truth of the rules of life that are conveyed, which aims to facilitate us in living life, as well as all the rules ordered by Allah.  inside it.  The use of reason meant here is a method of thinking designed not to deviate from its holy nature, using straight logic and authentic ways of thinking.

 Al-'Aqliyyah al-Shufiyyah

While the subject of al-'Aqliyyah al-Shufiyyah by al-Imam al-Ghazali is relied on to better prepare the interests of the afterlife, through ways such as being zuhud towards worldly affairs, purifying oneself from all dubious matters, as well as efforts to cleanse impurities  who can cover it.  And, above all the problems the main goal is to cleanse the heart through a direct approach to God Almighty.  using several methods that He has guided.

The ihya Ulumiddin book is also enriched with discussions about the sciences that are recommended for us to study.  Equipped with specificity in matters of education, improving the quality of morality (moral) and muhasabah (introspection) or self-improvement.  Although there are atoms and stories that are considered weak, because they do not list the source of the transmission in detail.  Even so, the aqidah that he uses comes from the belief of Ahlu Sunnah wal Jamaah and everything he wrote in the book Ihya Ulumiddin had previously become mandatory practices for him before being distributed to his readers.

Comments

Popular posts from this blog

Prolog/Prologue

Lebih Dekat Dengan Imam al-Ghazali/Closer to Imam al-Ghazali